<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ula Z Nice &#187; kita renungkan</title>
	<atom:link href="http://ulaznice.info/category/kita-renungkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulaznice.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 07:05:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kejujuran Pondasi Mengembalikan Jati Diri</title>
		<link>http://ulaznice.info/kejujuran-pondasi-mengembalikan-jati-diri.html</link>
		<comments>http://ulaznice.info/kejujuran-pondasi-mengembalikan-jati-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari ajang kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kita renungkan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[jati diri]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[mengembalikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ulaznice.info/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Masih seputar tentang Jadi Diri namun kali ini saya tidak akan membahas tentang Mengembalikan Jati diri Bangsa melain tentang Mengembalikan Jati Diri secara umum. Karena saya seorang muslim maka dasar yang saya ambil tentu saja dari nilai-nilai Islam. Jika kita &#8230; <a href="http://ulaznice.info/kejujuran-pondasi-mengembalikan-jati-diri.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masih seputar tentang Jadi Diri namun kali ini saya tidak akan membahas tentang <a title="Mengembalikan Jati Diri Bangsa" href="http://ulaznice.info/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html" target="_self"><strong>Mengembalikan Jati diri Bangsa</strong></a> melain tentang Mengembalikan Jati Diri secara umum. Karena saya seorang muslim maka dasar yang saya ambil tentu saja dari nilai-nilai Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita (saya gunakan kita supaya tidak saling menunjuk hidung) merasa telah kehilangan kehilangn Jati diri dan ingin mengembalikan jati diri kita maka ketakwaan bersama kejujuran akan menjadi pondasi awal yang harus di bangun. Di sini kejujuran yang ingin saya bahas.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah kita simak saja sebuah cerita, mudah-mudahan dapat memberikan sedikit peranan Bagaimana kita bisa mengembalikan jati diri kita ataupun  <a title="Mengembalikan Jati Diri Bangsa" href="http://duniasoer.com/archives/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html" target="_self"><strong>Mengembalikan Jati Diri Bangsa</strong></a> secara luasnya.<span id="more-79"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, &#8220;Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu.&#8221; &#8220;Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,&#8221; jawab si gembala. &#8220;Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,&#8221; lanjut Khalifah. Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, &#8220;Lalu, di mana Allah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Islam menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang &#8211;apa pun profesinya&#8211; dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad saw menegaskan, &#8220;Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.&#8221; (HR Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang telah di lakukan seorang Budak tadi semestinya menjadi pelajaran berharga, harta tidak membuatnya mau menukar Jati Diri nya sebagai orang beriman dan kejujuran telah menjaga jati diri itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak akan menjelaskan kisah tersebut dengan lebih luas, silakan masing-masgin kita mau menelaahnya dan jadikan sebagai salah satu acuan bagi kita yang ingin <a href="http://ulaznice.info/kejujuran-pondasi-mengembalikan-jari-diri.html" target="_self">Mengembalikan Jati Diri</a> Kita masing-masing atau Mengembalikan Jati Diri Bangsa.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 309px; width: 1px; height: 1px;"><span style="font-size: x-small;">Islam menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang &#8211;apa pun profesinya&#8211; dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad saw menegaskan, &#8220;Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.&#8221; (HR Bukhari).</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ulaznice.info/kejujuran-pondasi-mengembalikan-jati-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
